Inilah Alasan Mengapa Kamu Harus Ganti HP 2 Tahun Sekali

Ganti HP setiap 2 tahun sekali? Kok kedengarannya berlebihan sekali ya? Padahal kalau dipikir-pikir, ganti HP 2 tahun sekali itu adalah sesuatu yang sangat wajar lho.


Dan, bahkan untuk beberapa orang, mungkin sangat dianjurkan. Karena HP merupakan salah satu benda yang hampir tidak pernah lepas dalam keseharian kita dan dipakai setiap waktu, maka wajar apabila benda ini perlu diganti secara berkala. Selain karena alasan tersebut, inilah alasan mengapa kamu harus ganti HP 2 tahun sekali.

Untuk menunjang aktivitas, kreativitas, kinerja, hingga produktivitas

Bagi kamu yang bekerja mengandalkan smartphone, pasti menyadari bahwa meng-upgrade gadget adalah sebuah keharusan. Karena HP baru biasanya dibekali dengan teknologi termutakhir yang jauh lebih kencang, lebih handal, dan datang dengan berbagai keunggulan.

Berbagai keunggulan tersebut seringkali bisa membantu kita dalam bekerja sehingga produktivitas dan kreativitas bisa meningkat.

Aplikasi terus berkembang dan berubah

Beberapa tahun belakangan ini, mungkin tidak banyak yang tau kalo ada beberapa jenis smartphone yang mulai tidak kebagian aplikasi WhatsApp karena dianggap sudah terlalu jadul. Mulai dari BlackBerry 10, BlackBerry OS, Windows Phone 8 atau yang lebih rendah, Android versi 2.3.7, dan Nokia S40.

Selain itu, beberapa aplikasi modern cenderung hanya mendukung sistem operasi terbaru untuk memangkas biaya produksi. Sehingga jangan heran kalau biasanya beberapa aplikasi atau game hanya bisa dijalankan di versi Android 5.0 atau yang lebih tinggi dan iOS 10 ke atas untuk perangkat besutan Apple.

Untuk menghindari harganya agar tidak terlalu jatuh

HP yang sudah berusia lebih dari 2 tahun biasanya harga jualnya sangat rendah. Kadang-kadang bisa setengah harga atau bahkan kurang. Nah, agar harga jual smartphone bekasmu tidak terlalu jatuh, sebaiknya smartphone dijual saat masih berusia 6 bulan atau 1 tahun, ketika harganya sedang tinggi. Dengan begitu, kamu tetap bisa meng-update ke versi terbaru tanpa harus mengeluarkan biaya terlalu besar.

Sistem operasi baru membutuhkan mesin yang baru

Sistem operasi sama seperti aplikasi, terus berubah karena terus mengalami perkembangan. Mesin lama biasanya kesulitan menjalankan sistem operasi terbaru, pasalnya sering ada perubahan atau pengembangan pada desain maupun cara kerja software.

Jadi jangan heran apabila smartphone lama sangat jarang mendapatkan upgrade sistem operasi. Dan umumnya hanya didukung selama satu atau dua tahun saja oleh vendor yang bersangkutan.

Penurunan kualitas fitur

Semakin lama dan semakin sering digunakan, sebuah smartphone akan mengalami penurunan performa. Mulai dari kamera yang pada awalnya terlihat terang dan tajam--lama-kelamaan akan terlihat buram dan kalah kelas dibandingkan dengan smartphone terbaru.

Selain itu, performa baterai juga akan jauh menurun karena setiap hari di-charge. Lalu, beberapa smartphone kadang-kadang mulai mengalami masalah pada sistem operasi (sering restart, bootloop, brick, dll), layar sentuh yang mulai tidak sensitif, hingga layar dan speaker yang pecah atau rusak.

Agar kamu bisa tampil lebih trendi dan nggak ketinggalan zaman

Bagi sebagian orang, gadget bukan hanya sekedar alat komunikasi melainkan juga berfungsi sebagai pendukung fashion. Sehingga, mengganti hp secara berkala setiap 2 tahun sekali adalah sebuah keharusan agar nggak ketinggalan zaman atau kelihatan jadul.

Setidaknya itulah 6 alasan mengapa kamu harus ganti HP 2 tahun sekali. Ini bukan mengajarimu untuk boros yah, tapi lebih ke arah, agar kamu tetap bisa produktif, keren, tanpa harus mengeluarkan uang yang banyak (karena HP yang dijual setahun atau dua tahun setelah beli, tidak begitu jauh turun harga).

Comments

  1. Sedap banget nih alasannya.
    Masalahnya, HP lama belum lunas Gan, hahaha...
    Kudu sering-sering dapat job review, ne ^^

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts