Wujudkan Industri Sawit Berkelanjutan, Perusahaan Sukanto Tanoto Raih ISPO 100%

Sejak pertama kali berdiri di tahun 1979, Asian Agri terus mengembangkan diri. Salah satu unit bisnis yang dibangun oleh Sukanto Tanoto tersebut terus berevolusi hingga menjadi perusahaan berbasis alam yang fokus pada bisnis yang berkelanjutan. Praktek pertanian dan produksi yang ramah lingkungan terus digalakkan demi mencapai tujuan tersebut. Hingga akhirnya, pada akhir Maret tahun 2019 lalu, Asian Agri berhasil meraih ISPO 100%.

Gambar dari Inside RGE

Apa Itu ISPO

Stigma buruk tentang perkebunan sawit masih melekat dalam benak sebagian masyarakat. Banyak yang mengaitkannya pada aktivitas pembakaran lahan terbuka hingga dampaknya pada pemanasan global. ISPO sendiri dihadirkan untuk meminimalisir dampak buruk yang bisa disebabkan oleh perkebunan sawit beserta aktivitas produksi minyak sawit. Karena itulah, ISPO menjadi syarat wajib bagi produsen minyak sawit yang beroperasi di Indonesia.

ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil System) pertama kali dibentuk pada tahun 2009 oleh pemerintah Indonesia. Melalui ISPO inilah, pemerintah mengurangi gas rumah kaca. Selain itu, ISPO juga dimaksudkan untuk meningkatkan daya saing minyak sawit dalam negeri dan membantu produsen yang ingin masuk ke pasar internasional.

Sifat dari ISPO ini mengikat. Setiap produsen minyak sawit yang beroperasi di Indonesia harus memiliki sertifikat ISPO sebelum mulai memasarkan produknya ke luar negeri.

Jalan Panjang ISPO Wujudkan Industri Sawit Berkelanjutan

Meski bersifat wajib, banyak produsen minyak sawit yang belum mengantongi sertifikat ISPO. Di tahun 2019 saja, hanya 15% dari total produsen minyak sawit yang memilikinya. Angka tersebut masih sangat sedikit. Padahal ISPO merupakan salah satu cara untuk membantu mewujudkan industri sawit yang berkelanjutan.

Banyak hal yang membuat produsen minyak sawit kesulitan atau enggan meraih sertifikasi. Selain karena prosedur yang cukup rumit dan biaya yang tidak sedikit, pemerintah dan swasta juga belum satu suara dalam mewujudkan industri sawit yang berkelanjutan. Padahal, dengan terwujudnya industri sawit yang berkelanjutan, secara tidak langsung perusahaan juga mendapat jaminan akan keberlangsungan bisnisnya.

Hal ini sangat disadari oleh Asian Agri selaku salah satu unit bisnis Sukanto Tanoto. Sebagai perusahaan yang bergantung pada alam, kelestarian lingkungan sangat menentukan kelangsungan masa depan bisnis. Dalam ruang yang lebih luas, praktek industri sawit yang berkelanjutan juga turut mengurangi pemanasan global yang kian meresahkan.

ISPO 100%, Pengukuhan Asian Agri Sebagai Produsen Minyak Sawit Berkelanjutan

Nama Asian Agri sebagai salah satu produsen minyak sawit terbesar di Asia sudah terbukti dari jumlah produksi tahunannya yang mencapai 1,2 juta ton metrik minyak sawit mentah. Dengan luas kebun mencapai 100.000 hektar yang ditambah dengan 60.000 hektar kebun dalam skema plasma, perusahaan Sukanto Tanoto ini memiliki tanggung jawab moral untuk ikut berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Tanggung jawab ini juga turut mendorong Asian Agri untuk memenuhi sertifikasi ISPO. Hingga pada Maret 2019, Asian Agri berhasil memenuhi salah satu tanggung jawabnya sebagai salah satu produsen minyak sawit terbesar di Asia.

Dalam acara International Conference and Expo, Asian Agri berhasil mengukuhkan diri sebagai perusahaan ramah lingkungan yang berbasis pada praktek industri berkelanjutan. Tepat pada tanggal 27 Maret 2019, perusahaan Sukanto Tanoto tersebut berhasil mendapatkan 100% ISPO.

PT Rantau Sinar Karsa dan PT Indo Sepadan Jaya menjadi 2 perusahaan Sukanto Tanoto berikutnya yang mendapatkan sertifikat ISPO. Sebelumnya, PT Inti Indosawit yang juga sama-sama berada di bawah naungan Asian Agri telah mendapatkan sertifikat yang sama pada tahun 2013 lalu. Dengan demikian, 100% ISPO berhasil dicapai Asian Agri.

No comments:

Post a Comment